Laporan Pembuatan coffeine dari teh

Please download to get full document.

View again

All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
 109
 
  Laporan Pembuatan coffeine dari teh
Related documents
Share
Transcript
  • 1. Pembuatan Coffein dari Teh | 1 Laporan Praktikum COFFEINE Disusun Oleh : Atika Fitria Ningrum (1512032) Sekolah Tinggi Manajemen Industri Jl. Letjen Suprapto No.26 – Cempaka Putih, Jakarta Pusat 10510 Telp : (021)42886064 Ext. 119, 115 dan 107 Fax : (021) 42888206
  • 2. Pembuatan Coffein dari Teh | 2 PEMBUATAN COFFEINE DARI THE  PRINSIP PERCOBAAN EKSTRAKSI,yaitucara pemisahan suatu zat cair dari campurannya (merupakan zat padat atau cair) yang berdasarkan daya larut dalam pelarut tertentu (pelarut sebagai pemisah).  MAKSUD DAN TUJUAN  Untuk Mengetahui Cara Pembuatan Coffeine dari Teh  Untuk Mengetahui Cara Kristalisasi  Untuk Mengetahui Sifat Fisika dan Kimia dari Coffeine  Untuk Mengetahui Cara Ekstraksi Coffein dari Campurannya dalam Teh  LANDASAN TEORI Kafein merupakan jenis alkaloid yang secara alamiah terdapat dalam biji kopi, daun teh, daun mete, biji kola, biji coklat, dan beberapa minuman penyegar. Kafein memiliki berat molekul 194,19 gr/gmol dengan rumus kimia C8H10N8O2 dan pH 6,9 (larutan kafein 1% dalam air). Secara ilmiah, efek langsung dari kafein terhadap kesehatan sebetulnya tidak ada, tetapi yang ada adalah efek tak langsungnya seperti menstimulasi pernafasan dan jantung, serta memberikan efek samping berupa rasa gelisah (neuroses), tidak dapat tidur (insomnia), dan denyut jantung tak beraturan (tachycardia) (Hermanto, 2007). Banyak senyawa nitrogen dalam tumbuhan mengandung atom nitrogen basa dan karena itu dapat diekstrak dari dalam bahan tumbuhan itu dengan asam encer. Senyawa ini disebut alkaloid yang artinya mirip alkali. Setelah ektraksi, alkaloid bebas dapat diperoleh dengan pengolahan lanjutan dengan basa dalam air (Khopkar, 2010). Alkaloid adalah basa organik yang mengandung amina sekunder, tersier atau siklik. Diperkirakan ada 5500 alkaloid telah diketahui, dan alkaloid merupakan golongan senyawa metabolit sekunder terbesar dari tanaman, Tidak ada satupun definisi yang memuaskan tentang alkaloid, tetapi alkaloid umumnya mencakup senyawasenyawa
  • 3. Pembuatan Coffein dari Teh | 3 bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen, biasanya sebagai bagian dari sistem siklik. Secara kimia, alkaloid adalah golongan yang sangat heterogen berkisar dari senyawa-senyawa yang sederhana seperti coniiene sampai ke struktur pentasiklik strychnine. Banyak alkaloid adalah terpenoid di alam dan beberapa adalah steroid. Lainnya adalah senyawa-senyawa aromatik, contohnya colchicine (Utami, 2008). Ekstraksi adalah pemisahan suatu zat dari campurannya dengan pembagian sebuah zat terlarut antara dua pelarut yang tidak dapat tercampur untuk mengambil zat terlarut tersebut dari satu pelarut ke pelarut yang lain. Seringkali campuran bahan padat dan cair (misalnya bahan alami) tidak dapat atau sukar sekali dipisahkan dengan metode pemisahan mekanis atau termis yang telah dibicarakan. Misalnya saja, karena komponennya saling bercampur secara sangat erat, peka terhadap panas, beda sifat-sifat fisiknya terlalu kecil, atau tersedia dalam konsentrasi yang terlalu rendah (Suparni, 2009). Pada sistem heterogen, reaksi berlangsung antara dua fase atau lebih. Jadi pada sistem heterogen dapat dijumpai reaksi antara padat dan gas, atau antara padat dan cairan. Cara yang paling mudah untuk menyelesaikan persoalan pada sistem heterogen adalah menganggap komponen-komponen dalam reaksi bereaksi pada fase yang sama. Kesetimbangan heterogen ditandai dengan adanya beberapa fase. Antara lain fase kesetimbangan fisika dan kesetimbangan kimia. Kesetimbangan heterogen dapat dipelajari dengan 3 cara : a. Dengan mempelajari tetapan kesetimbangannya, cara ini digunakan untuk kesetimbangan kimia yang berisi gas. b. Dengan hukum distribusi Nersnt, untuk kesetimbangan suatu zat dalam 2 pelarut. c. Dengan hukum fase, untuk kesetimbangan yang umum. Hukum distribusi adalah suatu metode yang digunakan untuk menentukan aktivitas zat terlarut dalam satu pelarut jika aktivitas zat terlarut dalam pelarut lain diketahui, asalkan kedua pelarut tidak tercampur sempurna satu sama lain. Faktor-faktor yang mempengaruhi koefisien distribusi diantaranya: 1. Temperatur yang digunakan. Semakin tinggi suhu maka reaksi semakin cepat sehingga volume titrasi menjadi kecil, akibatnya berpengaruh terhadap nilai k.
  • 4. Pembuatan Coffein dari Teh | 4 2. Jenis pelarut. Apabila pelarut yang digunakan adalah zat yang mudah menguap maka akan sangat mempengaruhi volume titrasi, akibatnya berpengaruh pada perhitungan nilai k. 3. Jenis terlarut. Apabila zat akan dilarutkan adalah zat yang mudah menguap atau higroskopis, maka akan mempengaruhi normalitas (konsentrasi zat tersebut), akibatnya mempengaruhi harga k. 4. Konsentrasi. Makin besar konsentrasi zat terlarut makin besar pula harga k. Harga K berubah dengan naiknya konsentrasi dan temperatur. Harga k tergantung jenis pelarutnya dan zat terlarut. Menurut Walter Nersnt, hukum diatas hanya berlaku bila zat terlarut tidak mengalami disosiasi atau asosiasi, hukum di atas hanya berlaku untuk komponen yang sama. Hukum distribusi banyak dipakai dalam proses ekstraksi, analisis dan penentuan tetapan kesetimbangan. Hukum Distribusi Nernst ini menyatakan bahwa solut akan mendistribusikan diri di antara dua pelarut yang tidak saling bercampur, sehingga setelah kesetimbangan distribusi tercapai, perbandingan konsentrasi solut di dalam kedua fasa pelarut pada suhu konstan akan merupakan suatu tetapan, yang disebut koefisien distribusi (KD), jika di dalam kedua fasa pelarut tidak terjadi reaksi-reaksi apapun. Akan tetapi, jika solut di dalam kedua fasa pelarut mengalami reaksi-reaksi tertentu seperti assosiasi, dissosiasi, maka akan lebih berguna untuk merumuskan besaran yang menyangkut konsentrasi total komponen senyawa yang ada dalam tiap- tiap fasa, yang dinamakan angka banding distribusi (D). Teknik ekstraksi, tiga metode dasar pada ektraksi cair adalah : ekstraksi bertahap (batch), ekstraksi kontinyu, dan ekstraksi counter current. Ekstraksi bertahap merupakan cara yang paing sederhana. Caranya cukup dengan menambahkan pelarut pengektraksi yang tidak bercampur dengan pelarut semula kemudian dilakukan pengocokan sehingga terjadi kesetimbangan konsentrasi zat yang akan diekstraksi pada kedua lapisan. Setelah ini tercapai, lapisan didiamkan dan dipisahkan. Metode ini sering digunakan untuk pemisahan analitik. Kesempurnaan ektraksi akan tergantung pada banyaknya ektraksi yang dilakukan. Hasil yang baik diperoleh jika jumlah ektraksi yang dilakukan berulang kali dengan jumlah pelarut sedikit-sedikit. Ektraksi bertahap baik digunakan jika perbandingan distribusi besar. Alat yang biasa digunakan pada ekstraksi bertahap adalah corong pemisah (Day, 2002).
  • 5. Pembuatan Coffein dari Teh | 5 Ekstraksi adalah proses penarikan suatu zat dengan pelarut. Ekstraksi menyangkut distribusi suatu zat terlarut (solut) diantara dua fasa cair yang tidak saling bercampur. Teknik ekstraksi sangat berguna untuk pemisahan secara cepat dan bersih, baik untuk zat organik atau anorganik, untuk analisis makro maupun mikro. Selain untuk kepentingan analisis kimia, ekstraksi juga banyak digunakan untuk pekerjaan preparatif dalam bidang kimia organik, biokimia, dan anorganik di laboratorium. Alat yang digunakan berupa corong pisah (paling sederhana), alat ekstraksi soxhlet, sampai yang paling rumit berupa alat counter current craig. Secara umum, ekstraksi adalah proses penarikan suatu zat terlarut dari larutannya di dalam air oleh suatu pelarut lain yang tidak bercampur dengan air. Tujuan ekstraksi ialah memisahkan suatu komponen dari campurannya dengan menggunakan pelarut. Proses ekstraksi dengan pelarut digunakan untuk memisahkan dan isolasi bahan- bahan dari campurannya yang terjadi di alam, untuk isolasi bahan-bahan yang tidak larut dari larutan dan menghilangkan pengotor yang larut dari campuran. Berdasarkan hal di atas, maka prinsip dasar ekstraksi ialah pemisahan suatu zat berdasarkan perbandingan distribusi zat yang terlarut dalam dua pelarut yang tidak saling melarutkan. Perbandingan distribusi ini disebut koefisien distribusi (K). Ekstraksi digolongkan menjadi dua macam ekstraksi yaitu: 1). Ekstraksi jangka pendek atau disebut juga proses pengocokan Hampir dalam semua reaksi organik, dalam proses pemurniannya selalui melalui proses ekstraksi (penarikan senyawa cair yang akan dimurnikan dari pelarut air oleh pelarut organik dengan cara mengocoknya dalam corong pisah). Pelarut organik yang biasa dipakai untuk melarutkan senyawa organik / ekstraksi ialah eter. Hal ini dikarenakan eter merupakan pelarut yang memiliki sifat inert, mudah melarutkan senyawa-senyawa organik, dan titik didihnya rendah sehingga mudah untuk dipisahkan kembali dengan cara destilasi sederhana. Cara ekstraksi ini biasa dipergunakan dalam : Ø Pembuatan ester, untuk memisahkan ester dari pencampurnya. Ø Pembuatan anilin, nitrobenzen, kloroform, dan preparat organik cair lainnya.Bahan yang akan dipisahkan dalam suatu campuran akan terdistribusi diantara pencampurnya dan pelarutnya membentuk dua fasa/lapisan. Dengan demikian ekstraksi jangka pendek merupakan proses pengocokan yang dilakukan dengan menggunakan corong pisah, setelah dikocok dengan kuat dengan mencampurkan pelarut yang lebih baik bila didiamkan larutan akan membentuk dua
  • 6. Pembuatan Coffein dari Teh | 6 lapisan. Cara melakukan ekstraksi jangka pendek (pengocokan) menggunakan corong pisah: 2). Ekstraksi jangka panjang Ekstraksi jangka panjang biasa dilakukan untuk memisahkan bahan alam yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan atau hewan. Senyawa organik yang terdapat dalam bahan alam seperti kafein dari daun teh dapat diambil dengan cara ekstraksi jangka panjang dengan menggunakan suatu alat ekstraksi yang disebut alat soxhlet. (Nurul, 2011). Kafein digunakan pada penyakit tertentu, seperti neuralgia migrain dan terjadi kelelahan, digabungkan dengan anmalgetik seperti aspirin. Dosis yang terlalu besar menyebabkan insomnia, kurang tidur/istirahat dan tokirdodia ( Ahmad, 1992 ). Kafein dari teh kering terdapat 3%, bahan inilah yang menimbulkan rasa nikmat dari teh, pada hakikatnya, kafein menyabar merata pada semua bagian tanaman, tetapi kadarnya berbeda. Daun yang muda banyak mengandung kafein yaitu sebesar 3-4%, sedangkan daun-daun yang ke-5 dan ke-6 mengandung 1,5% serta daun yang paling ujung pangkal mengandung 0,5% kafein 9 Sujarwo, 1964 ). Rumus molekul kafein yang terdapat dalam teh berhubungan dengan asam urie yang ditunjukkan reaksi oksida dengan potasium warat dan asam hidroklit, kafein memberikan dimetialoxan dan molulea dalam basilan molekul yang sama struktur dari produk yang berlebihan dan dikonvemasikan dalam senyawa dimetilurea dan asam meksosalit hidrilisis dan dipertegas sintesis dua susunan ( Firna, 1985).  BAHAN BAKU  Bahan Baku Utama Teh Teh didefinisikan sebagai pohon kecil, tumbuh di alam bebas, daunnya berbentuk jorong atau bulat telur yang pucuknya dilayukan dan dikeringkan untuk dibuat minuman. Teh umumnya tumbuh pada ketinggian 200 – 2300 m. Biasanya tumbuhan teh tumbuh ditempat yang sejuk dan diperbukitan. Daun teh terbagi menjadi dua kelompok Varasamica dari asam dan Varsineosi dari Cina. Perbedaan dari dua kelompok daun teh tersebut adalah dilihat dari bentuk daunya. Untuk kelompok Varasamica daunya besar dan ujung daunnya runcing, Sedangkan kelompok Varasineosi bentuk daunya kecil dan ujungnya tumpul tidak lancip. a. Sifat Fisis dari Teh o Titik didih 80 o C
  • 7. Pembuatan Coffein dari Teh | 7 o Mudah larut dalam pelarut organik o Mempunyai sifat non eksplosit o Kadar karbon rendah o Mengandung coffeine o Berwarna hitam bila sudah dioleh o Berbau wangi b. Sifat Kimia dari Teh o Reaktifitasnya rendah o Dapat dipisahkan dari komponennya dengan metode ekstraksi o Mudah larut dalam air terutama air panas. c. Kegunaan Teh o Sebagai zat anti oksidasi dan bersifat merangsang saraf otak o Sebagai bahan baku minuman penyegar dan untuk menyerap kolesterol  Alkohol Alkohol adalah kelompok senyawa yang mengandung satu atau lebih gugus fungsi hidroksil (-OH) pada suatu senyawa alkana. Alkohol dapat dikenali dengan rumus umumnya R-OH. Alkohol merupakan salah satu zat yang penting dalam kimia organik karena dapat diubah dari dan ke banyak tipe senyawa lainnya. Reaksi dengan alkohol akan menghasilkan 2 macam senyawa. Reaksi bisa menghasilkan senyawa yang mengandung ikatan R-O atau dapat juga menghasilkan senyawa mengandung ikatan O-H. Nama Iupac Alkohol diambil dari nama alkana induknya, tetapi dengan akhiran OL suatu angka awalan. Yang dipilih srendah mungkin digunakan jika digunakan. OH CH3-OH CH3-CH2-CH2-OH CH3–CH–CH3 (Metanol) (1 – Propanol) (2 – Propanol) Gugus OH yang berpioritas lebih rendah diberi nama dengan awalan hidroksil seperti nama dalam contoh.
  • 8. Pembuatan Coffein dari Teh | 8 OH O O CH3 – CH – C - OH HO - CH2 - CH2 - CH (Asam 2 – Hidroksi Propana) (3 – Hidroksi Propanol) a. Sifat Fisis Alkohol o Titik didih 78,3 o C o Alkohol berbobot molekul rendah larut dalam air o Mudah terbakar o Bersifat polar karena mengandung gugus OH o Tidak berwarna ( Jernih) o Hidrokarbon suatu alkohol bersifat hidrofob (menolak molekul – molekul air) b. Sifat Kimia Alkohol o Mudah terbakar o Alkohol adalah asam atau basa yang sangat lemah o Reaksi eliminasi alkohol (CH3)3 COH H2SO4 (CH3)2 C = CH2 + H2O t-butil alkohol Metripropena CH3CH2OH H2SO4(P) CH2 = CH2 + H2O Etanol etana o Oksidasi alkohol Oksidasi alkohol dapat dioksidator oleh oksidator oksidator KmnO4 atau K2Cr2O oksidator dengan K2Cr2O2 atau KmnO4 dalam suasana asam (H2SO4) alkohol primer mula-mula feroksidasi menjadi aldehida dan teroksidasi selanjutnya menjadi asam karboksilat c. Kegunaan Alkhol o Digunakan untuk minuman keras (etanol) o Digunakan sebagai zat pembunuh kuman (2 – propanol) o Digunakan sebagai bahan bakar dan pelarut (metanol) o Alkohol berfungsi sebagai pengikat coffeine dari teh  Natrium Hidroksida (NaOH) NaOH merupakan zat padat higroktis, basah leleh, berwarna putih mudah larut dalam air dan griserol, merupakan elektrolit dan basa kuat.
  • 9. Pembuatan Coffein dari Teh | 9 a) Sifat Kimia Natrium Hidroksida (NaOH) Bereaksi dengan asam (HCl) membentuk garam. NaOH + HCl NaCl + H2O b) Kegunaan NaOH NaOH pada pembuatan Coffeine untuk menjernihkan  Asam Sulfat ( H2SO4) Asam sulfat, H2SO4, merupakan asam mineral (anorganik) yang kuat. Zat ini larut dalam air pada semua perbandingan. Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan dan merupakan salah satu produk utama industri kimia. Kegunaan utamanya termasuk pemrosesan bijih mineral, sintesis kimia, pemrosesan air limbah dan pengilangan minyak. Merupakan salah satu senyawa terpenting dari belerang dalam teknik asam sulfat dapat dibuat dengan dua cara yaitu : A. Proses Kontak B. Proses bilik / Kamar Timbal Persamaan dari proses diatas adalah menggunakan SO2 sebagai bahan dasar untuk membuat asam sulfat. Dimana SO2 dihasilkan dari pembakaran belerang / pemanggangan pyrit (FES2). Perbedaan keduanya proses ini terletak pemakaia jenis katalisnya. Pada proses kontak digunakan katalisator FE2O3, V2O5, Pt dan pada proses timbal digunakan katalisator gas Mg dan NO2 Belerang adalah zat padat yang pada temperatur kamar melebur 119o C. Fungsi H2SO4 dalam pembuatan Coffeine dari teh adalah untuk mengisolasi Coffeine dari teh. a. Sifat Fisis H2SO4 o Memilki aroma khas yaitu belerang o Bersifat korosif dan bersifat hidrokofis o Berbentuk cair dan berat jenis 1,84 25 /ML , titik didih 240℃ titik leleh 10 ℃ b. Sifat Kimia H2SO4 o Merupakan asam kuat o H2SO4 bersifat encer tidak bereaksi dengan Bi, Hg, Cu, dan logam mulia H2SO4 (encer) + Fe FeSO4 + H2
  • 10. Pembuatan Coffein dari Teh | 10 o H2SO4 pekat dalam keadaan panas akan mengoksidasi logam-logam 2H2SO4 (P) + Cu CuSO4 + SO2 + 2H2O o Merupakan oksidator dengan reduksi terkuat c. Kegunaan H2SO4 o Bahan pembuatan pupuk amonium sulfat o Industri obat o Untuk pembuatan zat warna  Magnesium Oksida (MgO) MgO dibuat dengan cara memanaskan magnosit maupun hidroksinya MgCO3 MgO + CO2 Mg(OH) MgO + H2O MgO dapat dijumpai sebagai mineral periklasa dan dibuat dengan memanaskan magnesium adalah Oksigen atau lewat peruraian garam-garam Mg-nya seperti Mg (OH)2, MgCO3, Mg(NO3)2, MgC2O4 dan garam-garam lain dari asam organik. a. Sifat Fisis Magnesium Oksida (MgO) o Berwarna putih o Bersifat keras dan tahan api o Titik leleh 2800 ℃ b. Sifat Kimia Magnesium Oksida (MgO) o Pijar bila dicampur dengan larutan magnesium klorida, akan membentuk bubur bersifat plastik. o Bersifat basa lemah disebabkan gaya tarik ion-ion oksidanya terhadap proton-proton molekul air.  Chlorofrom (CHCl3) Jika etanol direaksikan dengan Cl2 dan KOH atau dengan CHLOR maka mula-mula etanol dioksidasi menjadi metana. Etana ini kemudian bereaksi dengan Cl2 sehingga terbentuk Trichlorentana atau CCl3-CHO. Dalam lingkungan KOH maka diubah menjadi Kalium Metanoat dan Cholorofrom. CH3-CH2OH + Cl2 CH3-CHO + 2HCl
  • 11. Pembuatan Coffein dari Teh | 11 CH3-CHO + 3Cl2 CHCl3 + HCOOK CCl3 – CHO – KOH CHCl3 + HCOOK Chlorofrom dapat juga dibuat dari asetan Cl3 dan KOH CH3 – CO – CH3 + 3Cl2 CCl3 – CO – CH3 + 3HCl CCl3 – CO – CH3 + KOH CHCl3 + CH3COOK a. Sifat Fisis Chlorofrom (CHCl3) o Suatu zat cair yang manis baunya dan mudah menguap o Mempunyai titik didih 61 ℃ o Jika uap Chlorofrom dihisap maka bersifat membius b. Sifat Kimia Chlorofrom (CHCl3) o Merupakan pelarut organik yang dapat melarutkan Lipida o Tidak larut dalam air tetapi mudah larut dalam alkohol atau eter c. Kegunaan Chlorofrom (CHCl3) Chlorofrom banyak digunakan sebagai obat bius dan sebagai pelarut organik  PRODUK  COFFEINE Coffeine merupakan jenis alkaloid yang secara alamiah terdapat dalam biji kopi, daun teh, daun mete, biji kola, biji coklat, dan beberapa minuman penyegar. Kafein memiliki berat molekul 194.19 dengan rumus kimia 1,3,7 – trimetil santina (C8H10N8O2) atau dan pH 6.9 (larutan kafein 1% dalam air). Zat ini didapatkan pada tahun 1820 oleh Runge Pelletries dan Capentau dari kopi adalah identik dengan tiena dari teh. Coffein merupakan zat alkohol yaitu suatu zat yang dapat membuat orang mabuk. Coffein merupakan senyawa heteroaromatik yang mempunyai unsur nitrogen yang terikat pada gugusan karbonilnya yang mempunyai struktur bangun sebagai berikut: O CH C N CH3 N C C H
  • 12. Pembuatan Coffein dari Teh | 12 C C N O N Kristal Coffein dari larutannya dalam air berupa jarum-jarum bercahaya sutra, bila tidak mengandung air. Coffein mencair pada 236,5o C dan mensublimasi pada temperatur yang lebih rendah. Dalam air panas zat ini mudah larut sedangkan pada air dingin sukar larut. a. Sifat Fisis Coffeine o Merupakan kristal putih berupa jarum-jarum bercahaya sutra o Bila tak mengandung air coffein mencair pada 236,5o C dan menyublimasi pada temperatur rendah o Mudah larut dalam air panas tetapi sukar larut pada air dingin b. Sifat Kimia Coffeine Coffein mudah larut dalam pelarut organik seperti alkohol dan khlorofrom c. Kegunaan Coffeine o Untuk mengiatkan pekerjaan susunan syaraf sentral dan mempertinggi tenaga jantung o Dalam ilmu kedokteran digunakan dalam keadaan bebas dan dalam bentuk senyawa-senyawa rangkap contohnya dengan natrium salisilat
  • 13. Pembuatan Coffein dari Teh | 13  DIAGRAM ALIR PROSES
  • 14. Pembuatan Coffein dari Teh | 14  DESKRIPSI PROSES ALAT DAN BAHAN  Alat – alat yang digunakan : Θ Corong Pemisah Θ Kertas saring Θ Gabus Θ Erlenmeyer hisap Θ Klem Θ Statif Θ Piring porselin Θ Bunzen Θ Pompa vakum  Bahan – bahan yang digunakan : Θ Teh Θ Alkohol Θ MgO Θ H2SO4 Θ Khlorofrom Θ NaOH  PROSEDUR PRAKTIKUM 1. Kedalaman alat ekstraksi dimasukan 50 gr teh dan 200 cc alkohol 2. Proses ekstraksi ini berlangsung selama 2 jam (sampai cairan yang kembali kelabu jernih) 3. Setelah ekstraksi cairan ditambah 25 gram MgO dan dibuat suspensi dalam 150 cc air pada piring porselin 4. Kemudian dipanaskan diatas bonzen hingga suspensi menjadi kering seperti tepung 5. Tepung yang terjadi direbus dengan 250 c
  • We Need Your Support
    Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

    Thanks to everyone for your continued support.

    No, Thanks